Senin, 27 Mei 2013

TIDAK LOLOS "SNMPTN"

Berikut adalah identitasku saat aku sudah mendaftar SNMPTN :
 
 
 
Ya awalnya sih banyak tanda-tanda yang aneh, yang mungkin jadi pertanyaan apakah nanti saya akan lolos SNMPTN... di bulan Mei ini entah mengapa tujuanku sih ingin masuk kedokteran umum kalo ngga ya gigi... Sebelumnya waktu nonton TV ada cerita-cerita gtu tentang dokter lahh,, yang profesinya dokter lah.. mungkin itu udah pertanda bagiku yang akan lolos. Se PeDe nya itu aku percaya.. dan orangtuaku juga udah PeDe dan bilang itu adalah pertanada aku bakal masuk kedokteran... Untuk terakhir kalinya aku lewat ada masker untuk kesehatan yang ada di jalan.. peristiwa itu membuat aku ke PeDe-an lagi...
 
Tapi entah mengapa pikiran dan perasaanku jadi bimbang dan bingung seperti ini,, keterima apa ngga ya???? selalu kata hatiku bimbang yang tidak jelas... 
 
Sebelumnya aku sudah berdoa dan pasrahkan saja jika aku keterima... Bersyukur adalah kata paling penting. Disaat apapun yang terjadi bersyukurlah karena dibalik itu masih banyak kesempatan yang akan datang lagi. Prinsipku mengatakan "aku masih bisa hidup walau aku tidak seperti yang diinginka oleh diriku atau orang lain karena masih banyak cara lain yang bisa membuatku lebih hidup. 
 
Seharusnya pengumuman SNMPTN diumumkan tanggal 28 Mei 2013, entah apa yang dipikirkan pemerintah tiba-tiba pengumuman dimajukan hari ini tepatnya hari Senin, 27 Mei 2013.

Kira-kira jam 6 sore aku membuka pengumuman tersebut. Berikut hasilnya :



Ya itu hasilnya, lalu aku menelpon orangtuaku satu persatu. Dengan hasil yang tidak puas tapi aku tetap harus sabar dan menerima dengan lapangdada. Lebih kasihan lagi ibuku yang mendengar, mungkin aku telah mengecewakannya. Dalam hati aku hanya berkata maafkan saya karena tidak bisa seperti yang diinginkan.

 
 Itulah kenyataannya... Aku REALISTIS...
Terimakasih Tuhan



Yogyakarta, 27 Mei 2013

Sabtu, 25 Mei 2013

Penting nggak sih sekolah itu???



Pertama-tama saya jawab sekolah itu penting! nah, tapi sekolah yang seperti apa yang penting itu???!!!

Ini adalah pendapat saya, jadi kalau pembaca kurang setuju dengan pendapat saya, segeralah pertegas diri anda apa yang anda mau. JADILAH DIRI SENDIRI. Kalau setuju saya ucapkan terimakasih atas perhatiannya dan mari kita ubah pola pikir kita yang lama, jadul, menjadi pola pikir modern yang bijaksana.

 Bagi saya sekolah itu “saya pengen jadi orang pintar yang bijaksana yang tidak dibodohi, belajar menghargai waktu, menghargai uang ORANGTUA yang membiayai sekolah, dan yang terpenting MORAL attitude yang terpenting.”

Jika kita lihat pendidikan itu sangat penting yang harus orang punya. Mengapa? Karena pendidikan itu luas. Pendidikan bias didapatkan dari mana saja, misalnya keluarga yang paling dasar,dll. Bisa dipikirkan sendiri ada pendidikan afektif, kognitif, dan psikomotorik yang terdapat dalam pelajaran-pelajaran tertentu. Kognitif (proses berpikir) adalah kemampuan intelektual siswa dalam berpikir, mengetahui dan memecahkan masalah. Afektif atau intelektual (niai,sikap) adalah mengenai sikap, minat, emosi, nilai hidup dan operasiasi siswa. Psikomotorik (keterampilan) adalah kemampuan yang menyangkut kegiatan otot dan fisik. Untuk lebih tahu lagi tentang apa afektif, kognitif, dan psikomotorik bisa mengakses internet anda.

Sebenarnya kalau kita pandang pendidikan Indonesia ini tidak berkembang dengan baik. Bisa dilihat dari apa yang namanya SEKOLAH. Sekolah merupakan fasilitas bagi pendidikan yang penting dan semua orang seharusnya berhak atas sekolah. Tapi pendidikan di Indonesia nyatanya tidak yang saya harapkan. Sekolah semata-mata hanya membentuk anak untuk menjadi guru. Guru mengekang anak untuk selalu perfect dalam mata pelajarannya, tapi kebalikan anak tidak bisa menuruti kehendak gurunya. Guru hanya bisa dalam satu bidangnya tetapi mengapa anak harus bisa disegala bidang. Hal yang seperti ini tidak adil dan kurang bijaksana. Mungkin banyak yang berfikir bahwa orang yang sekolah dengan jenjang yang lebih tinggi itu akan sukses dibandingkan orang yang sekolah dengan jenjang rendah atau mungkin tersendat sekolahnya karena tidak naik kelas atau karena masalah biaya yang menjadi kendala. Tapi kenyataannya hanya dari niat dan kemauan, serta kegigihan semua bisa. Saya suka dengan satu kata dari Deddy Corbuzier yang kalian tahu karena ia seorang yang terkenal yaitu “PERSISTANCE” artinya kegigihan, ketekunan, dan tidak pantang menyerah.

Kelemahan dari kebijakan pemerintah di Indonesia yang sulit diubah dan sudah menjadi kebiasaan adalah pendidikan yang anda bisa ketahui lebih dari 60% adalah pendidikan kognitif, yaitu pendidikan yang hanya mengajarkan pelajaran-pelajaran, teori-teori yang sebenarnya tidak penting untuk dipelajari. Pendidikan kita hanya menghafal!! Tapi prakteknya tidak ada. Ya jadinya seperti yang kita lihat Indonesia seperti ini. Indonesia sudah terkenal dalam perlombaan-perlombaan ilmu pengetahuan di kancah internasional, yang kenyataannya menjadi juara dalam fisika, kimia, dll yang hanya teori semata. Itulah Indonesia yang hanya bertele-tele dalam pendidikannya.

Dengan banyaknya mata pelajaran yang disajikan dalam sekolah maka semakin tidak bergunanya mata pelajaran tersebut. Mengapa? Karena anak itu punya bakatnya sendiri yang mungkin bisa sangat berkembang secara baik apabila ia fokus pada bakat dalam bidangnya. Saya khawatir anak-anak sekolah menjadi stress yang membuat patah semangat dan lebih bahayanya lagi bunuh diri hanya karena sekolah dan sekolah. Pelajaran yang tidak disukai atau nilainya jelek harus suka atau harus bisa bagaimana caranya. Misalnya seorang anak tidak suka matematika tapi dia suka melukis, tetapi orangtuanya tetap memberi tambahan balajar/les/bimbingan belajar matematika. Mengapa orangtuanya tidak mengembangkan anaknya dibidang lukis, yang siapa tahu dengan bakatnya itu bisa jadi pelukis yang terkenal.

Indonesia seharusnya merubah sistemnya dan pola pikirnya. Mungkin ini adalah masalah waktu karena pembentukkan mental seseorang harus menunjukkan keseimbangan antara umur dan pikirannya. Yang paling penting adalah terapkan sekolah dengan satu bidang yang anak sukai dan sesuai tanpa bertele-tele dengan pelajaran yang tidak penting dengan bidangnya. Namun ini semua harus disesuaikan dengan moral dan attitude yang benar.

Pesan saya pada pembaca : sukailah apa yang anda sukai, kembangkan apa yang anda suka sesuai bidang anda. Jangan meremehkan bakat anda, tunjukkan jika anda diremehkan. Kejarlah yang pasti menurut anda.
Tetap PERSISTENCE!!!


Yogyakarta, 26 Mei 2013

Sekolah yang hanya “BERKELANJUTAN”




Saya akan bercerita sejujurnya tentang diri saya yang mengalami sekolah di zaman saya, pendidikan formal selama ini dari TK-SD-SMP-SMA. Mungkin berbeda dengan anda yang sekarang ini.

Awalnya saya mengikuti saja apa yang namanya sekolah. Kata orangtua saya, semua orang itu harus sekolah supaya kamu bisa mencapai cita-citamu dengan mudah. Mungkin pada awalnya saya merasa aneh dengan sekolah. Orang-orang ada yang pakai celana merah, celana biru, lalu celana abu”.

Nah, saya disekolahkan pertama-tama ke taman kanak-kanak atau sering disebut TK. Saya merasa TK berbeda dengan yang lainnya karena sekolah tersebut difasilitasi oleh taman bermain. Kegiatan sekolah TK hanya bermain, mewarnai, menggambar, membaca, dan berhitung. Tapi disini saya sangat merasakan kemudahan dalam belajar. Lalu setelah 2 tahun di TK saya pindah ke SD atau Sekolah Dasar. Disini saya sudah mulai mengerti bahwa kita sekolah pasti akan masuk ke jenjang yang lebih tinggi. Hari-hari di SD serasa seperti anak TK tapi ada perbedaan, yaitu tidak ada lagi taman bermain dan ditambah dengan pelajaran yang belum kita tahu menjadi tahu, misalnya pelajaran bahasa inggris, pendidikan agama, keterampilan. Dari kelas 1-3 SD mata pelajaran yang diajarkan mulai berkembang dengan pelajaran yang agak sulit, lalu diikuti kelas 4-6 SD mulai ada tambahan pelajaran, seperti Ilmu Pengetahuan Alam/IPA dan Ilmu Pengetahuan Sosial/IPS. Entah mengapa saya mulai merasakan perbedaan yang mulai saya tidak bisa terima saat di kelas 4-6 SD. Saya mulai tidak suka pelajaran IPS karena disitu mempelajari nama-nama tempat, nama pahlawan, peta buta, pokoknya serba hafalan yang harus diketahui sebagai “warga dunia” Nah warga dunia yang saya maksud adalah mengetahui apa yang ada di dunia ini, terutama negara kita INDONESIA. Lalu kendala yang kedua adalah pelajaran IPA yang harus mempelajari tentang alam, tapi semakin ke dalam tiba-tiba ada rumus dibalik itu. Saya pikir hitungan hanya ada didalam matematika saja. Lalu kendala yang terakhir adalah bahasa. Kenapa kita harus belajar bahasa inggris? Pikiran saya awalanya bahasa inggris supaya kita bisa berbicara sama orang inggris atau orang luar negri.

Setelah saya mengerti tentang SD yang sekolah 6 tahun, lalu saya masuk ke jenjang SMP atau Sekolah Menengah pertama. Saya berfikir sekolah itu seperti sebuah tantangan. Tantangan apa lagi yang harus saya lalui selanjutnya? Ternyata SMP disuguhi dengan buku yang begitu banyak. Pelajaran yang masih saya aggap utama bahasa Indonesia, bahasa inggris, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Matematika. Juga ada pelajaran tambahan lainnya, seperti agama, Budi pekerti, keterampilan, olahraga, bahasa jepang, bahasa mandarin, dll. Tapi IPA dan IPS dipecah lagi. Untuk IPA ada Biologi, Fisika, Kimia(tapi hanya kelas 1 SMP atau kelas 7, pelajaran ini sempat dihentikan karena tidak di UNkan), sedangakan untuk IPS ada geografi, ekonomi, sejarah. Jadi dengan buku sebanyak ini saya harus membawa sekitar 5-6 buku pelajaran setiap harinya sesuai jadwal. Selama 3 tahun saya harus bertahan dengan tas yang besar dengan bawaan yang begitu berat. Mungkin ini yang membuat saya pendek nggak tinggi-tinggi....hehehehe. Pikiran saya sudah pecah belah, dimana saya harus memikirkan nilai pelajaran ini,,pelajaran itu,, ya mungkin ada sekitar 13 pelajaran lebih... GIILLAAA!!! Walau bagaimanapun saya harus menjalaninya semata-mata saya pengen jadi orang pintar yang bijaksana yang tidak dibodohi, belajar menghargai waktu, menghargai uang ORANGTUA yang membiayai sekolah, dan yang terpenting MORAL attitude yang terpenting.

Masuk ke jenjang SMA atau Sekolah menengah atas ternyata lebih rumit lagi!!! Tapi saya rasakan ini tambah sulit lagi, tapi hanya bertahan selama setahun itu yaitu kelas 1 SMA/kelas 10. Tetap seperti SMP pelajarannya tapi ada tambahan pelajaran lagi seperti, Kimia, sosiologi, bahasa jepang. Semakin banyak dan pelajaran makin sulit dan penuh tantangan. Lalu untuk kelas 11-12 memilih jurusan yaitu IPS atau IPA. Kalau saya sih masuk jurusan program IPA, jadi yang pelajran IPS tidak masuk dalam pelajaran saya. Nah, saya katakan lagi. “Walau bagaimanapun saya harus menjalaninya semata-mata saya pengen jadi orang pintar yang tidak dibodohi, belajar menghargai waktu, menghargai uang ORANGTUA yang membiayai sekolah, dan yang terpenting MORAL attitude yang terpenting.”

Nah, itu adalah sekilas pengalaman saya selama TK-SMA. Sekarang ini saya mau masuk ke perguruan tinggi, jadi saya belum mengetahui perguruan tinggi. Sehingga saya hanya bisa bercerita sekilas itu. Sekilas seperti itu juga membuat pengalaman yang buruk bagi saya. Nah ini merupakan fakta dari saya tentang pengalaman sekolah dari TK, SD, SMP, dan SMA :
·         TK  : merupakan sekolah pembentukkan mental dan dasar dari pembentukan karakter sebagai anak-anak. Walaupun TK tidak wajib dilalui karena bukan program dari sekolah 9 tahun yang merupakan kebijakan dari pemerintah. Pelajaran yang saya anggap utama dari TK ini adalah membaca, menulis, dan berhitung.
·         SD : Pelajaran yang mulai berkembang dan ada tambahan IPA dan IPS yang pada intinya melanjutkan pelajaran ini ke jenjang SMP.
·         SMP : sebagai lanjutan dari SD yang memecah pelajaran IPA IPS yang alias disuguhi atau ditambahi pelajaran juga buku seperti kimia, fisika, biologi, geografi, dll. Sebenarnya disini terlihat aneh saat pelajaran yang di UNkan hanya bahasa indonesia, bahasa inggris, matematika, dan “IPA”.
·         SMA : ternyata pelajaran masih berkembang dan mulai ada kebosanan dalam diri, juga ada pertanyaan-pertanyaan yang penting, seperti mengapa saya harus belajar seperti ini toh gakk berguna??!!!!
·          
Jadi pada intinya kesimpulan dari semua ini adalah :
“Walau bagaimanapun saya harus menjalaninya semata-mata saya pengen jadi orang pintar yang bijaksana yang tidak dibodohi, belajar menghargai waktu, menghargai uang ORANGTUA yang membiayai sekolah, dan yang terpenting MORAL attitude yang terpenting.” 


Yogyakarta, 26 Mei 2013

Jumat, 24 Mei 2013

Pengumuman Kelulusan

Ini yang aku dan orang-orang tunggu ,, tanggal 24 Mei 2013 pengumuman lulus apa tidaknya SMA..
yaa Puji Tuhan aku lulus... semua udah aku pasrahkan dan ikhlaskan...

Pagi" menunggu orang yang nganterin surat ga dateng".. padahal temen-temenku yg rumahnya jauh udah pada deket.. kan aneh klo aku yang tempat tinggalnya deket sama sekolah yang cuma jalan kaki aja  ga dateng" itu surat... 
Setelah sabar menunggu, yang dateng malah Stefanus Rio... dia temen kelasq yang nganter itu surat,,
ternyata dia tangan panjang dari pengirim surat itu, gara" kasihan sama orang yang harus nyariin alamat yang masih banyak ke rumah"... akhirnya si Riokk ini agak membantu... haha bagus deh klo gtu...

Setelah dibuka suratnya......... aman tulisannya "LULUS"

Kini saatnya melanjutkan sampai aku bisa!!!


Langkah selanjutnya : melanjutkan rencana" yang ada!!!



Yogyakarta, 24 Mei 2013